Home » SEPUTAR PAPUA » Inilah 6 Pesan Ichwanul Muslimin bagi Pengurus dan Kader PKS Papua

Inilah 6 Pesan Ichwanul Muslimin bagi Pengurus dan Kader PKS Papua

Setelah sukses menghantarkan suksesi kepemimpinan
tertinggi di Provinsi Papua, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) Papua demisioner Ichwanul Muslimin, S.Pd akhirnya meninggalkan
provinsi paling ujung timur negeri ini. Selanjutnya Ichwanul akan menyusul
keluarganya yang telah lebih dahulu hijrah ke Kediri, Jawa Timur.

Pada pekan terakhir di Tanah Papua, Ichwanul
berkesempatan berbincang dengan redaksi papua.pks.id untuk menangkap
pesan-pesannya bagi pengurus PKS Papua yang baru.
Berikut ini penuturan selengkapnya Ichwanul Muslimin.
Cukup lama saya berintekraksi di Papua sekitar 20 tahun,
atau tepatnya 19 tahun 9 bulan. Selama itu saya berinteraksi dengan berbagai
aktivis mahasiswa OKP, ormas, di tengah-tengah masyarakat, di panggung politik
dan menjadi ketua partai di tiga periode, yaitu satu periode tingkat Kota
Jayapura dan 2 periode di tingkat provinsi. Hal itu merupakan episode kehidupan
yang menarik yang sulit terlupakan.
Saya datang ke Papua dengan kondisi remaja, anak lulusan
SMA dengan aneka ragam gaya sebagaimana anak remaja pada umumnya. Dan, saya meninggalkan
Papua dalam kondisi sebagai orang dewasa yang merasa cukup kaya pengalaman yang
beragam, dari tidur di hutan belantrara sampai tidur di hotel bintang lima;
dari berkawan dengan kuli bangunan sampai berkawan dengan menteri, DPRRI bahkan
berjumpa dengan beberapa Presiden Indonesia pada masanya. Itu semua sudah saya lalui.
Bahkan di Papua inilah saya mendapatkan cinta. Saya bertemu dengan seorang
wanita shalehah yang siap mendampingi saya salam kondisi apa pun. Hal itulah yang  menimbulkan kesan yang mendalam. Terima kasih
Papua. I love Papua.
Kepindahan kami bukan sesuatu yang by desaign yang
direncanakan sejak lama. Dari dalam diri ingin tinggal yang lebih lama di
Papua. Namun situasi menghendaki lain sehingga kami harus ikhlas mengikuti
suratan takdir.
Selanjutnya kepada pengurus DPW yang baru, saya
memesankan 6 hal. Pertama, jaga semangat kebersamaan dalam team work
kepengurusan DPW. Bahwa apa pun produknya itu adalah merupakan kolektif
kelolegial. Sehingga denggan kekuatan team work ini kepenguruan yang baru mampu
menghadapi tantangan-tantangan di Papua yang kompleks, di mana Papua syarat dengan
demografis penduduk yang menantang. Sehingga capaian-capaian yang selama ini
diraih akan makin meningkat. Catatan menunjukkan bahwa perjalanan PKS di Papua menunjukkan
peningkatan yang sangat signifikan. Melonjak terus.
Dengan team work ini kami harapkan pengurus akan mampu
menerjemahkan Platform dan Falsafah dasar PKS, karena keduanya adalah hal yang
sangat normatif dan teoritis yang disusun di Jakarta. Dalam konteks ke-Papuaan
perlu penyesuaian-penyesuaian. Pengurus ke depan perlu cermat dalam
menghubungkan antara platform dan kenyataan. Semakin dekat kesuaiannya dengan
realitas yang ada di Papua semakin bagus.
Kedua, pengurus DPW PKS periode 2015-2020 ke depan
bisa menjalin komunikasi dangan berbagai stake holder di Papua, baik dengan
ormas Islam, Kristen, tokoh adat Papua dan menjalin hubungan juga dengan
pemerintah Provinsi, MRP, Polda, Pangdam, sehingga keberadaan PKS di Papua
betul-betul bisa dirasakan oleh segenap masyarakat yang ada di Bumi Cenderawasih
ini.
Ketiga, saya menitip harapan pada pengurus agar
memiliki peran dalam mengadvokasi program-program yang berpihak kepada masyarakat.
Masyarakat di sini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di papua. Kita tahu
konstituen PKS ada pendatang dan juga ada putra daerah. Semua dalam naungan
perjuangan PKS. Jadi keberpihakan dalam hal memenuhi kebutuhan dasar baik pendidikan,
kesehatan, dan perekonomian yang merupakan kebutuhan dasar ini bisa terpenuhi.
Pemenuhan tiga kebutuhan dasar inilah menjadi kata kunci agar masyarakat
bahagia dan sejahtera. Mungkin kalau disingkat orang akan bahagia jika dompet
tebal, otak pintar, dan badan sehat.
Keempat, saya berharap kepengutusan baru PKS benar-benar
mengejawantahkan PKS sebagai partai kader. Oleh karena itu aktivitas kaderisasi
sebagai fungsi kawah candra dimuka akan bisa menelurkan kader-kader
handal yang mampu mengemban amanah sebagai pejabat publik yang berkapasitas, pejabat
publik yang memiliki visioner, humanis dan religius. Hal itu bisa didapat dengan
keseriusan dalam mempersiapkan para kader dalam bentuk program pengkaderan yang
secara rutin dan berkala. Kita tahu bahwa kader dan simpatisan PKS Papua
beragam, ada di wilayah pesisir dan ada juga di wilayah pedalaman. Dan, ini sudah
barang tentu perlu mendapat sentuhan yang berbeda berdasarkan perbedaan
karakternya. Oleh karena itu diperlukan barometer-barometer tertentu yang bisa
dijadikan ukuran kader PKS di Papua.
Kelima, secara khusus saya menegaskan untuk
masalah Otsus agar menjadi perhatian karena pemerintah pusat sudah mengeluarkan
dana yang sangat besar sebagai kompensasi untuk masyarakat Papua. Namun
realitasnya masih banyak masyarakat yang masih mempertanyakan hasil-hasil Otsus
itu dan menyatakan kami tidak merasakannya. Hal ini menggambarkan bahwa ada something
wrong
yang terjadi. Saya berharap pengurus periode 2015-2020 ini akan mampu
mengawal Otsus yang perlu menjadi perhatian bersama dan mencari jalan keluar
atas berbagai masalah yang masih muncul.
Keenam, saya berharap kepengurusan PKS periode
2015-2020, baik di tingkat DPW, di DPD dan kader-kader untuk menjadi garda terdepan
NKRI. Bahwa NKRI harga mati sudah menjadi keputusan dari founding fathers
kita yang perlu kita jaga.
Kemudian, melalui kesempatan ini saya sebagai manusia
biasa yang tak ada gading yang tak retak, memohon maaf kepada seluruh komponen
struktur baik tingkat DPW, maupun DPD hingga ke DPC PKS se-Papua, kepada
teman-teman saya di Yayasan As-Salaam, di LPM Cilampa, di Muhammadiyah dan
Tapak Suci, teman-teman anggota DPRD Kota Jayapura periode 2004-2009, jajaran
pemerintah kota Jayapura dari mulai dipimpin oleh bapak Drs. MR Kambu, M.Si,
kepada para tetangga saya di Kompleks BTN Skyline Indah dan kepada semua pihak
yang selama ini berjuang bersama-sama.
Terima kasih Papua. I love you Papua.

Selamat jalan Ustadz Ichwanul Muslimin, S.Pd, karyamu di Papua menginspirasi kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Melongok Keseruan Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) PKS Papua 2018 (Full Foto-foto Kegiatan)

Sebuah drum berisi minyak di tengah lapangan itu dinyalakan. Api pun berkobar-kobar siap menjilat apa ...