Home » SEPUTAR PAPUA » Amanat Presiden PKS di Upacara Peringatan HUT RI ke-70

Amanat Presiden PKS di Upacara Peringatan HUT RI ke-70

 
Assalamu’alaikum wr wb

Bapak-bapak, ibu-ibu para pengurus Partai Keadilan Sejahtera baik
itu di DPP, MPP maupun di DSP, serta seluruh jajaran undangan dan
peserta upacara yang saya hormati.

Alhamdulillah pada hari ini kita dapat melaksanakan peringatan
proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70. Ini semua adalah
berkat dan rahmat dari Allah SWT.

Semoga dengan peringatan ini, kita semakin diberikan rahmat dari Allah SWT, Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalaminn.

Saudar-saudara sekalian, peringaan proklamasi kemerdakaan
Republik Indonesia setiap tahun kita laksanakan. Tentu ini bukan
semata-mata rutinitas. Tapi kita harus mengambil pelajaran-pelajaran
dari peringatan ini. 

Pelajaran pertama dengan upacara seperti ini kita dididik untuk
mengenang dan menghormati jasa-jasa orang tua kita, para pendaahulu
kita, sehigga kita tidak melupakan jasa-jasa mereka.

Ini merupakan satu ciri seorang muslim, bahwa seorang muslim itu
dikatakan bersyukur kepada Allah SWT, kalau dia juga bersyukur dan
menghormati mereka yang telah berjasa kepada dirinya.

Yang kedua,, dengan upacara seperti ini, penting untuk menerapkan
dan melatih diri kita berdisiplin di dalam berbangsa dan bernegara. 

Satu persoalan penting di negeri kita adalah, bahwa ketertiban
sosial ternyata masih jauh dari harapan kita. Ini semua adalah persolaan
kedisiplinan. Karena itu dengan upacara, di mana kita serba teratur,
ini bisa kita resapi bersama. Sehingga kita benar-benar menjadi orang
yang bisa menjaga ketertiban sosial dan ketertiban umum di bangsa kita. 

Yang ketiga saya kira, dengan peringatan ini, kita diingatkan
terus bahwa kita sebagai bangsa yang besar jumlah penduduknya, ternyata
kita juga memiliki modal yang besar untuk tampil menjadi bangsa yang
besar. 

Penduudk kita sudah 250 juta, keempat terbesar di dunia. Kemudian
sumber daya alam kita juga sangat besar sekali. Bahkan, orang sering
mengatakan, “Sebutkan sumber daya alam apa?” Pasti itu ada di bumi
Indonesia. Selain itu kita juga memiiki modal sosial yang sangat tinggi. 

Perjuangan bangsa kita dahulu dilakukan hampir oleh seluruh
komponen bangsa ini, mereka bahu-membahu memerdekakan negeri ini,
kemudian membangun negeri ini, tidak ada satu pun komponen bangsa ini
yang tertinggal membangun negeri kita ini. 

Ini menunjukan bahwa modal sosial yang dicerminkan oleh rasa
kebersamaan. sense of togetherness ini sangat tinggi di kalangan kita
semua. Bahkan juga saya yakin, ketika kita semua mau berjuang demi
bangsa ini, itu juga disebabkan adanya modal sosial yang lain yang kita
miliki, yaitu sense of belonging, rasa memiliki bangsa ini. 

Saya selalu mengatakan, tidak boleh ada di negeri ini, yang tidak
merasa bahwa dirinya adalah bagian dari pemilik negeri ini. semua kita
adalah pemilik negeri ini.

Karena itu maka rasa memiliki ini, harus terus kita tumbuhkan
bersama-sama. Rasa memiliki dan rasa kerjasama itu tidak cukup, tapi
juga harus ditambah modal sosial yang ketiga yaitu saling percaya
diantara kita. Kita harus percaya bahwa seluruh elemen bangsa ini punya
niat yang baik buat negeri ini. Saya yakin tidak ada mereka yang punya
niat jahat buat negeri ini, semuanya punya niat baik.

Tinggal persoalannya adalah, nanti di lapangan apakah mereka
benar-benar merealisasikan niat baik itu, dengan cara-cara yang baik
atau justru dengan cara-cara yang merusak. Bila mereka menggunakan
cara-cara yang merusak, maka tidak ada lain kecuali kita menegakan hukum
aturan di negeri kita ini. 

Saya kira itulah konsep bernegara, kita saling percaya dan tidak ada yang melanggar aturan, maka tegakan hukum sebaik-baiknya.

Merajalelanya narkoba, korupsi, pertikaian, dan sebagainya, itu
semua adalah bentuk-bentuk penyelewengan, pelanggaran terhadap tata
aturan dan konsensus bersama kita. 

Ini semua saya kira bisa kita berantas dengan penegakan hukum.
Dengan tiga modal sosial tadi, ditambah dengan sumber daya alam yang
besar dan juga dengan jumlah penduduk nomor terbesar di dunia, saya
yakin ke depan, di usia-usianya yang semakin menua, 71, 72, bahkan nanti
satu abad, saya kira Indonesia akan menjelma menjadi negara yang
disegani. 

Mudah-mudahan dengan peringatan ini kita semua menjadi bagian
yang melakukan usaha proaktif, mencapai tujuan-tujuan besar berbangsa
dan bernegara sebagaimana tadi dibacakan di dalam pembujkaan UUD Negara
Republik Indonesia 1945 paragrafg keempat. 

Demikianlah amanat dari saya, mudah-mudahan in semua dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya.

Billahitta taufik wal hidayah

Wassalamu’alaikum wr wb

Sumber: Fanpage M. Sohibul Iman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Melongok Keseruan Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) PKS Papua 2018 (Full Foto-foto Kegiatan)

Sebuah drum berisi minyak di tengah lapangan itu dinyalakan. Api pun berkobar-kobar siap menjilat apa ...