Home » SEPUTAR PAPUA » Aher Segera Gratiskan SMA Negeri di Jawa Barat

Aher Segera Gratiskan SMA Negeri di Jawa Barat

BANDUNG –
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggratiskan biaya sekolah negeri
setingkat sekolah menengah atas. Pembebasan biaya itu akan dilakukan
secara bertahap menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat.
(Baca: Aher Anggap Masalah Kurikulum 2013 Urusan Pusat)

“Nanti seratus persen gratis di tangan kita. Selama dua tahun
tuntas,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar seusai acara
peringatan hari jadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Barat
di Hotel Horison, Bandung, Rabu, 10 Desember 2014.

Sesuai
dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,
manajemen pengelolaan SMA sederajat beralih dari pemerintah
kota/kabupaten ke provinsi pada 2015. Peralihan itu juga mencakup
pengelolaan aset sekolah serta tanggung jawab pembiayaan sekolah
gratis.

Menurut Deddy, 70 persen kabupaten dan kota di Jawa
Barat sudah menanggung siswa SMA sederajat di daerah masing-masing.
Sejumlah kota besar, seperti Bandung, belum menggratiskan biaya karena
ongkos sekolah yang tinggi. “Kota Bandung enggak kuat.” (Baca: Sedang Direnovasi, Gedung SD di Subang Ambruk)

Ketua Forum Orang Tua Siswa Kota Bandung Dwi Subawanto mengatakan
kebijakan pembebasan biaya SMA negeri sejauh ini berjalan di 20
kota/kabupaten di Jawa Barat. Masih ada tujuh kota/kabupaten yang belum
menerapkan kebijakan tersebut. “Sesuai janji Gubernur, ketentuan itu
harus dibuat peraturan daerahnya, seperti DKI Jakarta,” katanya.

Dwi mengatakan penggratisan biaya sekolah negeri tingkat atas itu akan
mengurangi beban orang tua. Sekolah swasta juga terbantu karena biaya
sekolah bisa berkurang. “Cara itu bisa meningkatkan partisipasi
bersekolah di Jawa Barat sampai lulus SMA sederajat,” katanya. Saat ini,
secara nasional, mayoritas warga Indonesia adalah lulusan sekolah
setingkat sekolah menengah pertama.


Sumber: http://www.tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tiga Pilihan Sejarah

Oleh M. Sohibul Iman, Ph.D/Presiden PKS Ramalan Indonesia bubar 2030 menjadi isu yang hangat diperbincangkan ...